Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

GERAKAN KEPANDUAN

Sungguh Berat Jadi Kader Muhammadiyah. Ragu dan Bimbang Lebih Baik Pulang "JENDRAL SUDIRMAN"

HIZBUL WATHAN KWARDA ASAHAN

Sanggup mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan negara Republik Indonesia, yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, sampai titik darah penghabisan. - Jogjakarta, 25 Mei 1946. (JENDRAL SUDIRMAN)

SANG PENCERAH

Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut bela, siapapun lawan yang aku hadapi.- Jogjakarta, 17 Agustus 1948 (JENDRAL SUDIRMAN)

ROBERT STEPHEN SON SMITH BADEN POWELL

Bervariasi adalah ide-ide tentang apa yang merupakan 'sukses,' misalnya uang, posisi, kekuasaan, prestasi, penghargaan, dan sejenisnya. Tapi ini tidak terbuka untuk setiap mannor apakah mereka membawa apa yang sukses nyata, yaitu kebahagiaan. (Robert Baden-Powell)

PANDUKU

Hal yang paling bernilai sementara adalah mencoba untuk menempatkan kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain. Asli: The most worth-while thing is to try to put happiness into the lives of others. Sumber: Letter (September 1940) "BADEN POWELL"

Tuesday, 19 September 2017

PERAN HW DALAM PELAKSANAAN DAKWA


I. PENGANTAR

Berbicara tentang peran HW dalam pelaksanaan da’wah seyogyanya kita ketahui identitas Muhammadiyah sebagai bentuk induk persyarikatan yang menaungi HW. HW adalah salah satu ortom yang bergerak untuk melaksanakan salah satu usaha Muhammadiyah dalam rangka mewujudkan tujuannya ialah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

II. APAKAH MUHAMMADIYAH ITU?

Muhammadiyah adalah persyarikatan yang merupakan gerakan Islam. Maksud gerakannya ialah Da’wah Islam dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar yang ditujukan kepada dua bidang : persorangan dan masyarakat. Da’wah dan amar ma’ruf nahi munkar pada bidang yang pertama terbagi kepada dua golongan : kepada yang telah islam bersifat pembaharuan (tajdid) yaitu mengembaikan kepada ajaran Islam yang asli murni dan yang kedua kepada yang belum Islam, bersifat seruan dan ajakan untuk memeluk agama Islam. Adapun Da’wah da amar ma’ruf nahi munkar kedua ialah kepada masyarakat bersifat perbaikan dan bimbingan serta peringatan. Kesemuanya itu dilaksanakan bersama dengan bermusyawarah atas dasar taqwa dan mengharap keridlaan Allah semata – mata.

Dengan melaksanakan da’wah dan amar ma’ruf nahi munkar dengan caranya masing – masing yang sesuai, Muhammadiyah menggerakkan masyarakat menuju tujuannya ialah terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar – benarnya (Kepribadian Muhammadiyah).

III. APAKAH DA’WAH ITU?

Da’wah menurut bahasa adalah menyeru, mengajak, menyebarluaskan, serta mengajarkan ajaran Islam kepada masyarakat (Kamus Istilah Agama) sedangkan menurut istilah adalah mendorong manusia agar memperbuat kebaika dan menuruti petunjuk menyuruk mereka berbuat kebajikan dan melarang mereka dari perbuatan munkar agar mereka mendapat kebahagiaan didunia dan akhirat (Syaikh Ali Mahfudh, Hidayatul Mursyidin, Drs. Shalahudin Sanusi (Pen).

IV. APAKAH DA’WAH ITU WAJIB?

Da’wah itu hukumnya wajib, sebab tanpa da’wah risalah Islam tidak akan tersampaiakan. Kalau seorang muslim/ummat tidak berda’wah maka ia khianat akan perintah Allah. Hal ini terungkap dalam firman Allah (Q.S. Al Maidah : 67, Ali Imron : 104 dan 110 dan Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Tarmidzi dan Ibnu Umar).

Q. S. Al Maidah 67 :
67. Hai rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia[430]. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.

[430] Maksudnya: tak seorangpun yang dapat membunuh Nabi Muhammad s.a.w.

Q. S. Ali Imron 104 :
104. dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.

[217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

Q. S. Ali Imron 110 :
110. kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Hadist : 
Sampaikanlah (da’wah / tablighkan) apa apa yang datang dari Aku walaupun hanya satu ayat.

V. SIAPA HW ITU?
  1. HW itu singkatan dari Hizbul Wathan yang artinya Pembela Tanah Air
  2. Pandu HW adalah anggota Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan
  3. Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan adalah Organisasi Kepanduan dalam Muhammadiyah 
  4. Kepanduan Hizbul Wathan adalah system pendidikan diluar sekolah dan keluarga untuk anak, remaja, pemuda dibawah bimbingan dan tanggungjawab orang dewasa.
VI. JATI DIRI HW

1. Shibghah (Celupan) HW adalah Islam, dinul hanif dan qayyim ciptaan Allah. Dijelaskan oleh Allah dalam Q. S. Al Baqarah : 136 – 138 :

136. Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada Kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan Kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".

137. Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, Sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. dan Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

138. Shibghah Allah[91]. dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan hanya kepada-Nya-lah Kami menyembah.

[91] Shibghah artinya celupan. Shibghah Allah: celupan Allah yang berarti iman kepada Allah yang tidak disertai dengan kemusyrikan.

2. Shibghah Muhammadiyah (Kemuhammadiyahan), diantaranya seperti tercantum dalam Pedoman untuk memahami Matan Keyakinan dan Cita – cita Hidup Muhammadiyah (point 9.3) sebagai berikut : “Sedang pola perjuangan Muhammadiyah dalam melaksanakan dan mencapai keyakinan dan cita – cita hidupnya dalam masyarakat Negara Republik Indonesia, Muhamamdiyah menggunakan da’wah Islam dan amar ma’ruf nahi munkar dalam arti dan proporsi yang sebenar – benarnya sebagai jalan satu – satunya. Lebih lanjut mengenai mengenai soal ini dapat diketahui dan difahami dalam Khittah Perjuangan Muhammadiyah.

VII. PERAN HW DALAM PELAKSANAAN DA’WAH

Mengingat hal – hal yang tertuang dalam uraian diatas, maka dapat saya simpulkan bahwa HW itu sangat strategis dalam berbagai kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi apapun. Dalam hal da’wa HW dapat berperan sebagai berikut :
  1. Pemilih da pengguna berbagai pendekatan (approach), metode dan tehnik da’wah.
  2. Penyedia da’i/da’iyat, muballigh/muballighat, khatib jumat dan ‘idain sesuai dengan tingkatan dan jenis anggotanya.
  3. Penyedia berbagai kegiatan yang menarik, menyenangkan/menggembirakan para mustami
  4. Pemanfaatan setiap momentum untuk diisi dengan kegiatan berdakwah seperti hari-hari bersejarah, libur panjang/pendek, walimahan, bencana alam dan sebagainya.
  5. Penyemarak di setiap kegiatan Muhammadiyah.

VIII. SUMBER BACAAAN
  1. Al Qur’an dan Terjemahannya, Dep. Agama RI 1971.
  2. AD dan ART Muhammadiyah, Kep. Muktamar ke-45, PP Muhammadiyah.
  3. AD dan ART Hizbul Wathan, Kwartir Pusat Hizbul Wathan.
  4. Kepribadian Muhammadiyah, PP Muhammadiyah, 1963.
  5. Kamus Istilah Agama, Drs. Shodiq, SE m dkk, CV Sienttanarama Jakarta, 1982.
  6. Pembahasan Sekitar Prinsip – Prinsip Da’wah Islam, Drs. Shalahuddin Sanusi, CV Ramadhani, Semarang, 1964

Sunday, 17 September 2017

SONGSONG 1 ABAD, HW KELUARKAN LAGU HWKU JAYA (Kwarwil Sumut Kemah Bakti)


Setelah merilis 5 lagu nuansa Hizbul Wathan berjudul Sahabat HW, Cerita Tentang Kita, Rindu Perjuangan, HW untuk Indonesia, dan Perpisahan, kini dalam rangka menyongsong 1 Abad Hizbul Wathan, HW Jawa Tengah kembali akan merilis 1 lagu berjudul “HWku JAYA’.

Berikut lirik lagu “HWku Jaya”

HWku Jaya

Cipt. Muhammad Dzikron – Lagu : Indri Nomina

A C# D E
Seabad waktu berlalu
HW ini kan jaya selalu
Putra putri berpandu
Mandiri berprestasi selalu

Takkan pernah ada ragu
Terus maju indonesia satu
Hizbul Wathon bersatu
HW ini kan jaya selalu

Reff :
Kobarkan semangat pandu
Singsingkan lenganmu
Untuk terus maju …
Gapailah semua mimpimu
Bersama HW mu
Bersama HW ku .. Slalu ..

Coda :
D C# D C# E
Ku slalu berjanji sepenuh hatiku
Segenap ragaku kucurahkan slalu
Ku slalu berjanji sepenuh hatiku
Segenap ragaku hingga akhir waktu ..

Ramanda Juga bisa Download MP3 Lagu HWKu Jaya DISINI
Untuk videonya Ramanda bisa lihat dan download DISINI


KEMAH BAKTI TUNAS MELATI PANDU HIZBUL WATHAN
KWARTIR WILAYAH SUMATERA UTARA
TAHUN 2017

Sermenetara itu, GKHW Kwarda Asahan yang di ketuai oleh Ramanda Citra, SE menjadi tuan rumah perhelatan akbar tingkat Kwartir Wilayah Sumatera Utara yaitu Kemah Bakti Tunas Melati Pandu Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Sumatera Utara Tahun 2017.

Kemah Bakti Tunas Melati Pandu Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Sumatera Utara Tahun 2017 adalah salah satu jawaban terhadap persoalan bangsa. Kemah Bakti Tunas Melati Pandu Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Sumatera Utara Tahun 2017 adalah sebuah kegiatan Bakti Pandu Hizbul Wathan yang berbentuk perkemahan dengan sasaran pembangunan masyarakat di tempat pelaksanaan kegiatan tersebut. Semoga kali ini pelaksanaan Kemah Bakti Tunas Melati Pandu Hizbul Wathan mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, meski jauh dari kesempurnaan namun setidaknya Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mewujudkan cita-cita Fastabiqul Khairat untuk ikut membangun masyarakat bahwa “Hizbul Wathan Siap Berbakti, Berkarya dan Menginspirasi untuk Negeri.”

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2017 s. d. 29 Oktober 2017 mendatang di Bumi Perkemahan Lapangan Bola Kaki Bunut Factory Kabupaten Asahan Sumatera Utara. Kegiatan ini mengambil tema "Bersatu, Berkarya, Berbudaya Menginspirasi Membangun Negeri" dan moto dari kegiatan ini adalah "Fastibiqul Khairat"

Untuk lebih jelasnya, Ramanda bisa download Petunjuk Pelaksanaannya DISINI.

Mohon doa dari segenap pihak. Semoga kegiatan Kemah Bakti untuk menyongsong 1 Abad Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ini berjalan lancar.

ISTILAH-ISTILAH DALAM PANDU HW

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan merupakan satu-satunya organisasi Kepanduan yang berdiri sendiri, tanpa intervensi pemerintah. Hizbul Wathan juga satu-satunya organisasi kepanduan yang menggunakan istilah kepanduan di Indonesia, walaupun Pramuka juga merupakan organisasi kepanduan, namun tidak menggunakan istilah kepanduan dalam setiap kegiatannya.

Sebagai sebuah organisasi kepanduan, tentunya dalam beberapa hal terdapat kesamaan dengan Pramuka. Perbedaan yang paling mencolok hanyalah pada seragam dan atributnya serta beberapa istilah. Dalam postingan kali ini, akan kami jelaskan beberapa istilah dalam Kepanduan Hizbul Wathan yang wajib diketahui oleh seluruh anggota kepanduan Hizbul Wathan.

TINGKATAN DALAM ORGANISASI :
  1. Kwartir Pusat = Organisasi kepanduan HW untuk tingkat nasional.
  2. Kwartir Wilayah = Organisasi Kepanduan HW untuk tingkat Provinsi.
  3. Kwartir Daerah = Organisasi Kepanduan HW untuk tingkat Kota atau Kabupaten.
  4. Kwartir Cabang = Organisasi Kepanduan HW untuk tingkat kecamatan / desa.
  5. Qabilah = Organisasi Kepanduan HW untuk tingkat amal usaha Muhammadiyah, baik sekolah, masjid dll.

PENGGOLONGAN PESERTA DIDIK
  1. Athfal = Anggota kepanduan HW yang berusia antara 6-10 tahun.
  2. Pengenal = Anggota kepanduan HW yang berusia antara 11-16 tahun.
  3. Penghela = Anggota kepanduan HW yang berusia antara 17-20 tahun.
  4. Penuntun = Anggota kepanduan HW yang berusia antara 21-25 tahun

SATUAN / PENGELOMPOKAN PESERTA DIDIK
  1. Kuntum = kumpulan terkecil anggota HW Golongan Athfal sebanyak 6-10 orang.
  2. Rumpun = kumpulan atau kesatuan Kuntum yang terdiri dari 4 kuntum
  3. Regu = kumpulan terkecil anggota HW Golongan Pengenal sebanyak 6-8 orang
  4. Pasukan = kumpulan atau kesatuan Regu yang terdiri dari 4 regu
  5. Kawan = kumpulan terkecil anggota HW Golongan Penghela sebanyak 6-8 orang
  6. Kerabat = kumpulan atau kesatuan Kawan yang terdiri dari 4 kawan
  7. Nafar = kumpulan terkecil anggota HW Golongan Penuntun sebanyak 6-8 orang
  8. Kafilah = kumpulan atau kesatuan Nafar yang terdiri dari 4 Nafar.

SEBUTAN UNTUK PESERTA DIDIK DAN PELATIH / PEMBINA
  1. Ramanda/Ibunda = panggilan untuk pembina, pembantu pembina dan pelatih golongan Athfal. Panggilan ini juga biasa disebutkan untuk panggilan sesama pembina/pelatih.
  2. Rakanda/Ayunda = panggilan untuk pembina, pembantu pembina golongan pengenal, penghela dan penuntun.
  3. Rimata = panggilan untuk pemimpin Kerabat atau pembantu pembina golongan penghela.
  4. Rais = panggilan untuk pemimpin Kafilah atau pembantu pembina golongan penuntun.
  5. Auladi = panggilan untuk anggota HW golongan Athfal
  6. Ananda = panggilan untuk anggota HW golongan Pengenal
  7. Adinda = panggilan untuk anggota HW golongan Penghela dan Penuntun.

TATA UPACARA ATHFAL


Upacara adalah serangkaian perbuatan yang dilakukan atau diadakan dalam tata cara tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan kidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, dalam rangka membentuk tradisi, kepribadian, watak dan budi pekerti yang baik.

Sasaran upacara agar peserta didik mampu :
  1. Memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan Negara.
  2. Memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi.
  3. Selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Memiliki jiwa gotong royong dan percaya diri pada orang lain.
  5. Dapat memimpin dan dipimpin.
  6. Dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib.
  7. Meningkatkan keikhlasan serta menjadi pandu HW yang pandai bersyukur
UPACARA ATHFAL

A. Istilah

Kuntum adalah sekumpulan dari anggota Athfal. Biasanya dalam satu regu terdiri dari ± 10 orang.
Rumpun adalah sekumpulan dari kuntum – kuntum Athfal.
Qobilah/Sekolah adalah pangkalan kegiatan anggota pandu HW.
Pelatih Qobilah/Sekolah adalah pelatih yang mengelola kegiatan di Qobilah/Sekolah yang dipanggil dengan sapaan Ramanda/Ibunda
Kepala Sekolah disebut dalam pandu HW dengan Dewan Pembina

B. Jenis Upacara dalam Athfal
  1. Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan.
  2. Upacara Pelantikan Calon Pandu Athfal.
  3. Upacara Kenaikan Tingkat.
  4. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus atau Penghargaan Lainnya.
  5. Upacara Pindah Satuan Athfal ke Pengenal
C. Perlengkapan
  1. Tiang Bendera.
  2. Bendera (Bendera Rumpun, boleh ditambah Bendera Merah Putih dan HW)
D. Pelaksanaan Upacara Pembukaan dan Penutupan

1. Pendahuluan

Formasi Upacara adalah Lingkaran
Boleh dilakukan secara protokoler atau otomatis
Dalam Pembacaan Undang – Undang AThfal dan Doa boleh memakai teks.

2. Pembukaan

Tangan Ramanda/Ibunda ditepukkan, kemudian di tolakkan ke kiri dan ke kanan
Athfal bersembunyi di belakang tiang pohon, semak dan sebagainya atau tidak ada boleh bergandengan tangan

3. Inti

Setelah Ramanda/Ibunda berseru, “Aulaaadiii....
Semua Athfal menjawab : Ya Ramanda/Ibunda ... sambil lari membuat lingkaran dengan berrgandengan tangan
Setelah Ramanda/Ibunda memberi isyarat ( tanda lingkaran besar ) turun, semua Athfal menurunkan tangan dengan cepat tetapi tak berbunyi kalau berbunyi diulang
Ramanda/Ibunda memegang tiang bendera rumpun
Athfal merentangkan tangan dengan telapak tangan di hadapan Ramanda / Ibunda, dada terbuka, kepala agak ke atas, dagu ke muka. Ini berarti hai Ramanda/Ibunda saya telah datang di mukamu dan siap sedia.
Ramanda/Ibunda memandang tiang bendera
Semua Athfal berseru “Ya”Ramanda / Ibunda, kami selalu tetap giat” wahai Ramanda/Ibunda kami selalu giat bekerja, lalu berdiri tegak bersiap
Ramanda/Ibunda mengatakan, “Giat, giat, giat, giatlah”.
Giat kesatu sampai ketiga dengan suara perlahan-lahan, dan keempat dengan suara keras.
Semua Athfal mengatakan, “Mi Kan Gia, Tap Giat, Giatlah” artinya : kita akan selalu tetap giat bekerja. Pada teriakan terakhir (giaaat), tangan kanan di kepalkan, kaki kiri maju selangkah, pada akhir kata “aaaat” kaki kanan maju dan memberi salam.
Ramanda/Ibunda mengucapkan Assalamu’alaikum, Wr, Wb
Athfal menjawab “Wa’alaikum salam, Wr.Wb
Ramanda/Ibunda mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kedatangan semua Athfal
Ramanda/Ibunda memanggil salah seorang athfal
Athfal menjawab : “Ya Ramanda/Ibunda” kemudian berlari di hadapan Ramanda/Ibunda member salam kepada Ramanda/Ibunda dan Ramanda /Ibunda membalas salam.
Ramanda/Ibunda memerintah balik kanan kepada anak itu dan disuruh membaca undnag-undang.
Setelah selesai, athfal menghadap Ramanda/Ibunda dan member salam kepada Ramanda/IBunda
Ramanda/Ibunda menyuruh anak itu kembali ke lingkaran.
Ramanda/Ibunda memanggil seorang lagi untuk membaca janji Athfal, kalau perlu lagi memanggil satu lagi untuk membaca doa.

4. Penutup

Ramanda/Ibunda membubarkan barisan
Ramanda/Ibunda melanjutkan dengan permainan-permainan dan latihan-latihan di baik di ruangan atau di lapangan. Namun sebaiknya kegiatan Athfal sebaiknya dilakukan di luar ruangan (lapangan)

TATA UPACARA PENGENAL


Upacara adalah serangkaian perbuatan yang dilakukan atau diadakan dalam tata cara tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan kidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, dalam rangka membentuk tradisi, kepribadian, watak dan budi pekerti yang baik.

Sasaran upacara agar peserta didik mampu :
  1. Memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan Negara.
  2. Memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi.
  3. Selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Memiliki jiwa gotong royong dan percaya diri pada orang lain.
  5. Dapat memimpin dan dipimpin.
  6. Dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib.
  7. Meningkatkan keikhlasan serta menjadi pandu HW yang pandai bersyukur

UPACARA PENGENAL

A. Istilah
Regu adalah sekumpulan dari anggota pengenal. Biasanya dalam satu regu terdiri dari ± 10 orang.
Pasukan adalah sekumpulan dari regu-regu.
Qobilah/Sekolah adalah pangkalan kegiatan anggota pandu HW.
Pemimpin Regu adalah pemimpin dari sekumpulan dari anggota pengenal (regu).
Pemimpin Pasukan adalah pemimpin dari sekumpulan regu-regu.
Pemimpin Upacara adalah pemimpin dari sekumpulan pasukan-pasukan dalam kegiatan upacara.
Pemimpin Qobilah/Sekolah adalah pembina yang mengelola kegiatan di Qobilah/Sekolah
Dewan Pembina adalah Kepala Sekolah

B. Jenis Upacara dalam Pengenal
  1. Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan.
  2. Upacara Pelantikan Calon Pengenal.
  3. Upacara Kenaikan Tingkat.
  4. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus atau Penghargaan Lainnya.
  5. Upacara Pindah Satuan Pengenal ke Penghela
C. Perlengkapan Upacara
  1. Tiang Bendera
  2. Bendera (Bendera Latihan, boleh ditambah Bendera Merah Putih dan HW)
D. Pelaksanaan Upacara Pembukaan dan Penutupan
1. Pendahuluan
  • Formasi Upacara adalah Angkare.
  • Boleh dilakukan secara protokoler atau otomatis.
  • Dalam Pembacaan Undang-Undang Athfal dan Doa boleh memakai teks.
2. Pembukaan
  1. Pemimpin Regu memeriksan kerapihan pakaian anggota.
  2. Masing-masing pemimpin regu menyiapkan anggotanya di lapangan upacara membentuk angkare.
  3. Pemimpin pasukan menyiapkan di depan pasukan yang terbentuk, kemudian kembali ke barisan paling kanan pasukan yang dipimpin.
3. Inti
  • Pemimpin Upacara memasuki lapangan upacara dengan lari pandu dan menghadap ke pasukan.
  • Pemimpin Pasukan paling kanan memimpin penghormatan.
  • Pemimpin-pemimpin pasukan laporan kepada pemimpin upacara.
  • Pemimpin Upacara menjemput pemimpin Qobilah/Sekolah di tempat transitnya dengan lari pandu dan melaporkan bahwa upacara siap dilaksanakan dan mohon kepada Pemimpin Qobilah/Sekolah untuk menempatkan diri. Pemimpin Upacara mengikuti dibelakang dengan langkah biasa.
  • Pemimpin Qobilah/Sekolah siap di samping tiang bendera dan pemimpin upacara di tempatnya menghadap ke Pembina Qobilah/Sekolah .
  • Penghormatan kepada pemimpin Qobilah/Sekolah dilanjutkan oleh laporan.
  • Penghormatan merah putih (kalau berdiri bendera merah putih)
  • Menyanyikan Mars HW dipimpin oleh petugas dan dinyanyikan bersama-sama.
  • Pembacan UU HW oleh petugas ditirukan peserta upacara.
  • Amanah Pemimpin Qobilah/Sekolah pasukan di istirahatkan.
  • Pembacaan Doa oleh Pemimpin Qobilah/Sekolah
  • Laporan pemimpin upacara kepada Pemimpin Qobilah/Sekolah.
  • Penghormatan kepada pemimpin Qobilah/Sekolah.
  • Pemimpin Qobilah/Sekolah meninggalkan lapangan diikuti pemimpin upacara.
  • Setelah pemimpin Qobilah/Sekolah sampai di tempat transit pemimpin upacara kembali ke tengah lapangan.
  • Pemimpin pasukan menghadap ke pasukan.
  • Pemimpin Pasukan paling kanan memimpin penghormatan.
  • Pemimpin upacara meninggalkan lapangan upacara.
4. Penutup
  • Pemimpin pasukan membubarkan pasukannya. (Berada di depan pasukan masing-masing).
  • Pemimpin Qobilah/Sekolah melanjutkan dengan permainan-permainan dan latihan-latihan di baik di ruangan atau di lapangan. Namun sebaiknya kegiatan pengenal sebaiknya dilakukan di luar ruangan (lapangan).

TATA UPACARA PENGHELA


Upacara adalah serangkaian perbuatan yang dilakukan atau diadakan dalam tata cara tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan yang wajib dilaksanakan dengan kidmat sehingga merupakan kegiatan yang teratur dan tertib, dalam rangka membentuk tradisi, kepribadian, watak dan budi pekerti yang baik.

Sasaran upacara agar peserta didik mampu :
  1. Memiliki rasa cinta kepada tanah air, bangsa dan Negara.
  2. Memiliki rasa tanggungjawab dan disiplin pribadi.
  3. Selalu tertib dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Memiliki jiwa gotong royong dan percaya diri pada orang lain.
  5. Dapat memimpin dan dipimpin.
  6. Dapat melaksanakan upacara dengan khidmat dan tertib.
  7. Meningkatkan keikhlasan serta menjadi pandu HW yang pandai bersyukur

UPACARA PENGHELA

A. Istilah
Kawan/Regu adalah sekumpulan dari anggota pengenal. Biasanya dalam satu Kawan/Regu terdiri dari ± 10 orang.
Ikhwan/Pleton adalah sekumpulan dari Kawan/Regu , biasanya terdiri dari 4 Kawan/Regu.
Qobilah/Sekolah adalah pangkalan kegiatan anggota pandu HW.
Ikhwan/Pleton adalah pemimpin dari sekumpulan Kawan/Regu .
Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacara adalah pemimpin dari sekumpulan Ikhwan/Pleton dalam kegiatan upacara.
Pemimpin Qobilah/Pelatih HW/Pembina Upacara adalah pelatih yang mengelola kegiatan di Qobilah/Sekolah
Dewan Pembina adalah Kepala Sekolah

B. Jenis Upacara dalam Penghela
  1. Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan.
  2. Upacara Pelantikan Calon Penghela.
  3. Upacara Kenaikan Tingkat.
  4. Upacara Pemberian Tanda Kecakapan Khusus atau Penghargaan Lainnya.
  5. Upacara Pindah Satuan dari Penghela
C. Perlengkapan Upacara
  1. Tiang Bendera.
  2. Bendera (Bendera Latihan, boleh ditambah Bendera Merah Putih dan HW)
D. Pelaksanaan Upacara Pembukaan dan Penutupan

1. Pendahuluan
  • Formasi Upacara adalah bershaff.
  • Boleh dilakukan secara protokoler atau otomatis.
  • Dalam Pembacaan Undang – Undang Athfal dan Doa boleh memakai teks.
  • Dalam upacara pembukaan dan penutupan latihan penghela, yang menjadi Pembina Upacara boleh dari Dewan Kerabat Qobilah/Sekolah .
2. Pembukaan
  • Masing-masing Ikhwan/Pleton memeriksa kerapian anggotanya.
  • Ikhwan/Pleton menyiapkan pasukan di lapangan dalam bentuk bershaff.
3. Inti
  • Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacara memasuki lapangan upacara
  • Penghormatan kepada Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacara dipimpin oleh Pemimpin Ikhwan/Pleton paling kanan dilanjutkan laporan.
  • Pemimpin Kerabat/Pemimpin menjemput Pemimpin Qobilah/Pembina Upacara ditempatnya.
  • Pemimpin Qabilah/ Pembina Upacara memasuki lapangan upacara.
  • Penghormatan umum kepada pemimpin Qabilah dipimpin Pemimpin Ikhwan/Pleton.
  • Laporan Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacarakepada Pemimpin Qabilah.
  • Penghormatan kepada bendera Qabilah dipimpin oleh Pemimpin Kerabat.
  • Menyenyikan Mars Hizbul Wathan.
  • Pembacaan Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan.
  • Amanat Pemimpin Qabilah, pasukan diistirahatkan.
  • Pembacaan doa oleh petugas.
  • Laporan Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacarakepada Pemimpin Qabilah.
  • Penghormatan umum kepada Pemimpin Qabilah dipimpin Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacara.
  • Pemimpin Qabilah/Pembina Upacara meninggalkan lapangan upacara.
  • Penghormatan kepada Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacara dipimpin Ikhwan/Pleton paling kanan.
  • Pemimpin Kerabat/Pemimpin Upacara meninggalkan lapangan upacara
4. Penutup
  1. Masing-masing Ikhwan/Pleton membubarkan pasukannya.
  2. Dewan Kerabat dan atau Pemimpin Qobilah melanjutkan dengan latihan penghela.

Sahabat HW movie's Soundtrack 'Pasukan Hijau'


Hizbul Wathan sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan tahun 1918 semakin menggeliat. Berbagai kreatifitas ditunjukkan aktifis-aktifis Hizbul Wathan baik dalam bentuk buku, digital, permainan-permainan, juga lagu-lagu pembangkit semangat. Salah satunya adalah Lagu Sahabat HW.

Lagu Sahabat HW ciptaan Muhammad Dzikron dari Kwarwil HW Jawa Tengah pada tahun 2014 silam, menjadi salah satu ikon lagu penyemangat dalam kegiatan-kegiatan HW diseluruh Indonesia. Lagu ini merupakan lagu pertama bertema tentang Hizbul Wathan yang dibuat bekerjasama dengan One Room Production divokali oleh Veny Indriani. Selanjutnya kini sudah ada 5 lagu lainnya yaitu HW untuk Indonesia, Cerita Tentang Kita, Rindu Perjuangan, HWku Jaya, dan Perpisahan.

Kreatifitas ini dilanjutkan oleh Tim IT dari Pasukan Hijau Hizbul Wathan MTs Muhammadiyah 8 Batu Malang, Jawa Timur dengan membuat video klip lagu Sahabat HW. Dalam video klip terlihat aktifitas kegiatan-kegiatan Hizbul Wathan : Yel-yel semangat, PBB, Latihan Semaphore, Tadabbur Alam,  Team Work, Pertolongan Pertama, Bahasa Isyarat, dan kegiatan Upacara.